Sajak Senja
Menara Munawir masih kokoh berdiri di peraduannya Berselaksa membumi dan melangit Kosong dan tak menyimpan jawab Tapi.. Lekat lekat aku masih saja memandangimu Dari tempias hujan dan pedaran senja serta bintang gemintang Kosong Tapi aku tak peduli Kekohonmu berdiri menenggelamkan kerinduanku Karenamu,,, Aku ingin” aku dan dia berada diantaramu” Menapaki kilatan senja berpegangan erat, seerat kau satukan umat untuk mengadu Bukan kamu,, Tapi keberadaanmu, simbolis kerajaan bertuan Menaramu,, Kerajaan dan bertuankan tuhan Aku ingin disini, dibawah kepak genggam saksi bisumu Berikrar ! “ wa min ayatihi an khalaqalakum mi anfusikum azwajan litaskunu ilaiha waja’ala bainakum mawaddatan wa rahmatan, inna fidzalika la ayatin liqaumin yatafakkarun”