Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

Kenapa Harus Bapak

Pernah suatu kali aku ditanya “Kamu lebih dekat dengan bapakmu kah?” aku tersenyum. “Aku dekat dengan keduanya.” Jawabku. “Kok yang sering diceritain bapak bukannya ibu?” tanya kawanku  tak puas dengan jawabanku. Aku mulai berpikir, percakapan yang pada awalnya kubiarkan begitu saja. Aku baru menyadari saat ketika salah satu di antara temenku memposting foto bapaknya dan mengatakan “kangen”. Aaach di waktu yang berbeda, temenku juga pernah membingkai foto keluarganya. Aku menggelitik dan berkomentar “perempuan terhebatnya mana, mbak?”  “Foto ibu menyusul, mbak.hehhe” Disini aku merasakan ada sebuah kejanggalan. “Kenapa aku dan temanku seolah lebih menonjolkan kehebatan, bapak? Apakah tolok ukur kehebatan terlihat dari kecerdasan dan prestasi formalitas yang disandangnya?” Aaach kawan…. Persepsimu tentang kedekatanku, sungguh keliru. Kenapa yang kusebut selalu bapak? Karena bapak bisa menjadi teman saat aku butuh bercerita tentang polemik isu aktual yang ada...

Selamat Hari Kartini Perempuan Indonesia

Gambar
Engkau tak hanya terlihat anggun, tapi selamanya akan benar-benar anggun dan memukau, wahai perempuan. Dari bilik manapun, engkau begitu indah. Tak peduli, siapa yang memandangnya. Hanya saja, teriakan kita sedikit mnegurangi anugerah keanggunah tuhan untuk kita kaum perempuan. Ingin sekali saya berteriak agar kalian berhenti berteriak. Aaach,,,aku telah lupa, diriku sebagai siapa. Tapi apapun itu, sebuah mimpi bagiku agar kita kaum perempuan bisa diam dan menemui kemerdekaannya. Tak perlu mengemis, dan melontarkan agar kaum laki-laki memandang sama tentang kita dan dirinya. Emansipasi perempuan atau gender. Aku pun belum begitu paham tentang ini. Hanya saja aku terkadang terbawa isu yang diwacanakan media massa tentang perempuan. Hingga akupun ingin sekali berpihak pada aku dan diriku yang berwujud orang lain. Tapi naluriku sebagai perempuan, aku ingin sekali merdeka tanpa harus berteriak, meminta mereka kaum lelaki memerdekankanku. Merdeka yang benar-benar merdeka. Aaach tuhan...