Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

ANTA MA’A MAN AHBABTA “SOPO MANUT BAKAL KATUT”

Aku… Termenung diantara ketidaktahuanku . eraba mendekati apa yang dipeluk oleh mereka. Meski kadang belum bisa aku pahami. Tapi,sandang yang kini dikenakan bapak dan ibuku padaku, perlahan membuatku jatuh cinta tanpa alasan. Selain,melebur dan menganggap sandang ini sebagai milikku, akupun mulai nyaman. Sandangan ini tak berkilau, tidak eksklusif dan biasa saja. Bapak yang didukung penuh oleh perempuan terhebatku, merasa sedih. Keterbatasan kemampuan dirasanya tak dapat memberikan sandang yang jauh lebih baik pada putrinya. Ia pun menitipkankan sang buah hati pada seorang yang dirasa memiliki kemampuan mengubah sandangku yang biasa saja menjadi lebih berbobot dan bermanfaat. Satu hal yang orang tuaku pikirkan, ketika akupun tak mampu mengubah sandangku, ketika aku berada diantaranya akan ada cipratan kilauan dan aroma keharumannya. Tapi, indahnya hidup bukankah ketika kita memiliki harapan dan mimpi?? Karena dari harapan dan mimpilah akan timbul semangat dalam pecapaian...