Tak Terperi Rinduku Padamu, Mojorembunku
Pagi ini aku bertanya-tanya, apa yang dapat aku bawa pulang setelah hampir 12 tahun seolah menghilang dari peraduan kampung halaman? Terlalu takut menyebut sebuah petualangan panjang, karena nyatanya sampai sekarangpun, masih belum dapat melakukan apa-apa. Semua ini berawal ketika kutemukan https://mojorembun.wordpress.com/category/sejarah/ . Aku berpikir, sudah berapa kali momen-momen sakral dan penting di desaku ku tinggalkan? Sedekah bumi, Haul simbah Abdul Rahman, simbah Abdul Rozaq dan Nyai Siti Robi’ah, Semerak peringatan Maulid Nabi, isra’ mi’raj dan peringatan hari besar islam lainnya sudah jarang sekali aku terlibat dan berpartisipasi di dalamnya. Begitu juga dengan kegiatan rutinan barzanji malem rabuan, majlis takhtimul qur’an selapanan, hadrohan, dan entah kegiatan apa lagi sudah banyak yang tidak aku tahu. Di sini aku benar-benar rindu, meski nyatanya aku masih tak mampu berpikir untuk pulang. Namun cinta dan rinduku, masih satu, menyatu dan itu untukmu kampu...