Ibu-Ibu dan Ibuku
Hari ini, tahun ketiga kerja di bulan puasa. Alhamdulillah atas segala limpahan rahmat Allah, masih berpijak di tempat kerja yang sama. Terenyuh sekali hari ini, ketika akan berangkat kerja, ada suatu hal yang mengharuskanku menemui bunyaiku di Krapayak. Nyai Hj. Ida Fathimah Zainal Abidin beliau dikenalnya. Kuucapkan salam, dan terdengar jawaban lembut dari beliau di kamar. Seperti biasa aku langsung menyibak tirai kamar bunyaiku, masuk dan mengecup ta’dhim tangan beliau. Ibuk ida, biasa aku memanggil beliau menghentikan sejenak aktivitas membaca kitabnya. Entah kitab apa yang sedang dibacanya aku tak begitu mengamati. Aku hanya menebak mungkin Risalatul Mu’awanah karena selama Ramadhan setiap pukul 09.00 beliau akan mengulas kitab tersebut di hadapan para santri. “Gimana kabarnya?” Tanya Ibuk Ida. Aku tersenyum dan menjawab tentangku alhamdulillah baik dan sehat. Aku lantas bercerita dan menyampaikan amanah dari sahabatku Zida yang belum dapat sowan saat ke Jogja. Selain menyam...