Sugeng Ambal Warso Ibu Dan Adekku
Aku tak tahu harus memulai dengan apa, selain berdoa semoga Allah melimpahkan tak terhingga rahmat dan keberkahan pada dua perempuan istimewa di keluargaku. Ibu,.. Salam ta’dhim dari putrimu di bumi perantauan dan mohon maaf hanya untuk sekedar mengusap keringat dan peluh lelahmu aku belum mampu. Kecup ta’dhim tepat di keningmu ibu, betapa sekarang aku semakin takut memandang matamu. Gurat harapan dariku belum mampu aku wujudkan. Hatiku ringkih, pedih ketika lisanmu berkata “Manggon nang ndiae ora opo-opo, tapi lek iso pas tuo balik nang ndeso. Aku pengen dikancani.” Aku seperti tak pernah sadar, perempuan terhebatku setiap waktu menghitung sudah berapa lama putrinya jauh darinya? Selama ini yang aku tahu hanya kelogowonan, tak menuntutku segera pulang. Sekarang aku mencoba memahami, kerinduan dan harapan bukanlah sekedar terlihat siapa yang lebih tegar. Ibu,….di usia ke-42mu kusampaikan terimakasih telah mengajariku banyak hal. Tak banyak cerita yang aku...