MENCINTAIMU HUJAN,,,,
Awan pekat menghiasi langit-langit gereja. Percikan gerimis menambah keeksotisan cumbu rayu manusia kristiyani dengan tuhannya. Aku terjebak oleh rintikan gerimis yang perlahan menjadi rinai hujan. Aku ingin berlari, berharap segera menemui tuhanku di persemayaman keabadiaannya. Aku ingin berlari menikmati kemesraan tuhan dengan alam semesta. Tapi langkahku begitu saja terhenti, saat perlahan sayup sendu laki-laki di sampingku menggodaku. Aku tergoda bukan dengan jamuan pesona ketampananannya. Melainkan oleh keteduhan matanya menatap lekat kitab suci tuhannya. “ Ehmmm,,,,,mas.” Panggilku ragu. Laki-laki itu masih saja menatap erat kitabnya sembari mengalunkan lirih lafadz-lafadz yang tertera. Kembali aku memanggilnya. Kali ini agak lebih keras. “Kamu, memanggilku?” Aku mengangguk mantap. Ia pun segera menutup kitabnya dan beralih memandangku sekejab kemudian menundukkan pandangan matanya. “Aku terpukau oleh kitab tuhanmu.” Kataku memuji. Laki-laki itu hanya tersenyum...