Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Simbahku Yang Renta

Gambar
Simbah Penjual Jajanan Alkid Aku bukanlah seorang pengemis, mungkin jargon tersebut cocok untuk menggambarkan simbah-simbah yang jualan jajanan di Alkid. Dua minggu yang lalu, aku bersama kawanku sempat ngobrol banyak dengannya. Satu hal yang membuat aku berpikir mengenahi simbah, ternyata kaum kapitalis tidak hanya mereka para investor yang hobi membangun mall, apartemen, hotel dan bangunan yang tidak ramah terhadap kaum bawah. Melainkan, ah aku kebingungan mencari istilahnya. Dua minggu yang lalu, baru aku tahu sebotol air mineral Vit (600 ml ) dijual dengan harga Rp. 5000. “ Oke! Harga di Alkid gitu lho.” Tapi menurutku untuk ukuran Vit harga tersebut terlalu mahal. Ketika kutanya simbahnya apakah laku? Simbah menjawab dagangannya selama ini laku tapi tidak mesti setiap harinya berapa. Temenku Khotim lantas bertanya berapa keuntungan yang didapatkan simbah dari setiap satu botol Vit yang terjual. “Limangatus.” Jawab simbah. Masyaallah, sekejam inikah perilaku rakyat dengan ...

Mumpung Selo

Jangan terpaku pada judul yak, meskipun dalam penulisan yang baik judul mewakili isi. Namun kali ini anggap saja pengecualian, heheheee……hanya pengen nulis “wathon” saja, mumpung di tempat kerja sedang kagak ada kerjaan. Jadi serius nih, aku manfaatkan untuk mencari data tambahan penelitianku tentang bunyai Ida Fathimah. Di tempat kerjaku sekarang, dulunya medan berkiprahnya bunyai Ida Fathimah di bidang politik. Tapi bukan berarti kerjaanku sama dengan yang bunyai Ida dulu lakukan lho ya….beda! nah karena gak ada kerjaan, aku pun mencoba berkunjung ke perpustakaan dan ruang arsip demi mendapatkan data tambahan tentang bunya Ida. Namun, kenyataannya tak semulus harapan. Data yang aku cari terkait profile bunyai Ida tak banyak aku dapatkan. Nemu sih, satu profile dewan periode 2004-2009, namun hanya berisi sekilas tentang identitas dewan saja termasuk bunyai Ida Fathimah. Aku buka, dan kubaca sekilas kemudian menutupnya. “Kalau yang seperti ini, sudah aku dapatkan dari wawancara.” Ba...

Nyunmor Nang Alkid

Gambar
Ini pagiku,,, Fabiayyi ‘ala irabbikuma tukaddziban? Nikmat tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan? “Tidak ada” bisikku lirih sebelum mengayunkan pelan kakiku. Kehangatan mentari pagi laksana pelukan rahmat tuhan. Terlebih di antara temaram cahaya keemasannya, sepoi angin berdesir pelan memainkan jilbabku. Sungguh tidak ada nikmat yang pantas aku dustakan. Kulangkahkan kakiku sembari menggerak-gerakkan pelan tangan kakan dan kiriku. Mataku menyapu sudut Alun-alun Kidul (Alkid). “Berbagai aktivitas sedang berlangsung di sini.” Batinku. Kulihat para pedagang berjejeran menjajakan dagangannya. Menurutku di Alkid setiap hari minggu sudah seperti Sunmor. Jujur lumayan mengganggu aktivitas jogging-ku. Tapi bukankah Alkid ruang publik yang boleh dimanfaatkan siapapun? Akhirnya aku berdamai dengan realitas sosial yang sedang berlangsung di Alkid setiap hari minggu. Aku berpikir mereka para pedagang ialah orang-orang cerdas yang berkenan menangkap peluang. Mereka jauh lebih berani da...

Pengen Dodolan

Gambar
Iseng-iseng nih yee…ikut nimbrung gitu diskusi tentang UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Aslinya ya belum begitu paham, tapi disini aku dapat ilmu lah yaa….eh pengetahuan ding tentang wirausaha. Hehehe…. Kalau kata mbak Rika, wirausaha tidak butuh teknologi dan scient yang muluk-muluk, yang penting praktek. Hohooo….betul juga ya. Lah boro-boro praktek kadang kita takut duluan persoalan modal. Pernah ngerasain kayak gitu gak? Kalau aku sih iya, pernah. Tapi ternyata modal juga tidak jadi prioritas dalam berwirausah. Puter otak nih! Kadang aku mikir, emang pekerjaan paling enak ya berwirausaha. Minimal, lek kesel leren amergo nggon-nggone dewe. Wahaha, gimana mau maju baru saja terbersit berwirausaha sudah mikir banyak liburnya. Wkwkw, Aku pernah mencoba jualan pulsa, tapi aku tidak pernah tahu berapa untungnya, karena uang modal, uang jajan, dan keuntungan jadi satu. Nah ini nih, yang kata temenku payah. Akhirnya aku mikir kayaknya aku gak cocok jadi wirausaha. Tapi ya pen...

Lawan Takut, Setelah Lulus Ngapain?

Gambar
Hari ini aku tertarik untuk bercerita tentang “yang katanya untuk mengawali menulis itu suatu hal yang sulit.” Iya sih, terlebih seperti aku yang serasa jemari dan penaku hampir tumpul, saking lamanya terlalu membekukan diri dalam diam atau dalam bahasanya Kalis Mardiasih tidak sensitif. Artinya, sebuah peristiwa sosial berlalu begitu saja, tanpa ada greget dari kita untuk menuliskannya. Nah, hari ini aku ingin mencoba menjadi pribadi yang sensitif. Hehehehe..... Tapi lagi-lagi aku ingin mengawali tulisanku dengan, apa ya? ide sih banyak, tapi ideku bagaikan rinduku pada seseorang, dikatakan malu gak dikatakan haduch rasanya bagaikan tersayat-sayat sakit dan pilu, Eaaakkkk. Hahaha Oke deh, aku akan memulai bercerita tentang salah satu sahabatku, sebut saja Udin. Bagiku Udin sahabat yang sangat spektakuler. Bagiku lho yaa, karena dia memiliki daya kritis yang bagus dan selain itu dia juga cermat. Termasuk saking cermatnya, sering kali ucapan atau ketikan inbok-ku ke dia dikomen...