Aku Dan Sayap Patahku
Langit munawir masih sama, rona keindahannya tampak memesona diterpa senja. Jemari para pecinta mahakarya tuhan tak lelah membolak-balikkan mushofnya. Dan lagu perdu itu, mengalun indah membisiki ruang-ruang kosong atau pemikiran-pemikiran dari saraf motorik yang sengaja diciptakan untuk sebuah kekosangan. Aku, ruang dan pemikiranku kosong. Tak sepeprti jalanan yang sesak oleh lalu lalang dan bejipun makhluk bernama manusia. Bagaimana dengan pemikiran-pemikiran yang ada di otak mereka? Aaah,.. dunia ini telah sesak, oleh keadaan yang belum mampu aku pahami dengan kekosonganku. Kekosonganku telah sesak oleh oase-oase abstrak yang tak tau siapa penciptanya. Tuhankah?? Tapi bukannya manusia telah dibekali sebuah kekuatan otak, keberanian, pembelajaran, hikmah, teladan, kalam tuhan, wejangan rasul dan para pewarisnya? Aach lagi-lagi itu hanya masalah aku, yang terlalu minder hidup dalam sebuah keramaian. Otakku terlalu beku dan menemukan kedamainnya berkawankan dengan sepi. ...