Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Aku Dan Sayap Patahku

Langit munawir masih sama, rona keindahannya tampak memesona diterpa senja. Jemari para pecinta mahakarya tuhan tak lelah membolak-balikkan mushofnya. Dan lagu perdu itu, mengalun indah membisiki ruang-ruang kosong atau pemikiran-pemikiran dari saraf motorik yang sengaja diciptakan untuk sebuah kekosangan. Aku, ruang dan pemikiranku kosong. Tak sepeprti jalanan yang sesak oleh lalu lalang dan bejipun makhluk bernama manusia. Bagaimana dengan pemikiran-pemikiran yang ada di otak mereka? Aaah,.. dunia ini telah sesak, oleh keadaan yang belum mampu aku pahami dengan kekosonganku. Kekosonganku telah sesak oleh oase-oase abstrak yang tak tau siapa penciptanya. Tuhankah?? Tapi bukannya manusia telah dibekali sebuah kekuatan otak, keberanian, pembelajaran, hikmah, teladan, kalam tuhan, wejangan rasul dan para pewarisnya? Aach lagi-lagi itu hanya masalah aku, yang terlalu minder hidup dalam sebuah keramaian. Otakku terlalu beku dan menemukan kedamainnya berkawankan  dengan sepi. ...
MIMIN DAN EMPAT AYAM JAGO Fajar telah tiba. Jago Belang dengan lincahnya mengepakkan sayapnya. Bernyanyi-nyanyi memamerkan suara jantannya. Ia pun keluar melihat pohon-pohon yang rindang, hijau dan masih berembun. Jago Belang berlari-lari sambil bernyanyi, loncat kesana kemari sembari menikmati angin fajar. Ia ingin menunggu matahari terbit dan berjemur di bawah teriknya. Kukuruyuuuk…kukuruyuuuuuk,,,yuk,,,yuk,,,yuk,,,, Selamat pagi dunia Pagiku, pagimu, pagi kita semua Ku…ku…ku..ku…kukuruyuuuuk Good morning Ayo kawan kita bermain bersama-sama Bersama kita loncat Bersama kita menari Berdendang laguuuu… Selamat pagi Jago Belang senang satu persatu kawan-kawannya berdatangan. Mereka ikut bernyanyi, meloncat, dan menari seperti yang dilakukan Jago Belang. Ada Jago Putih, Jago Hitam, Jago Kuning, dan Jago Coklat. Saat asik-asiknya bernyanyi, tiba-tiba Jago Belang berhenti membuat kawan-kawannya keheranan. “Yaah,,,, Kok berhenti kenapa, Lang?” tanya Jago Kuni...

BUKU MEMBENTUK KEPRIBADIAN ANAK

Buku sebagai jendela dunia adalah istilah yang sudah tidak asing lagi di pendengaran masyarakat Indonesia. Melalui buku karakteristik seseorang dapat dibentuk, terlebih ketika kebiasaan membaca diajarkan terhadap anak sejak dini. Dewasa kini, kondisi tersebut teralihkan oleh maraknya gadjet yang menyediakan fitur-fitur dan aplikasi yang menyenangkan untuk anak-anak. Orang tua pun banyak yang berpaling, dengan memberikan gadjet terhadap anaknya karena alasan fiture dan aplikasinya dapat membantu perkembangan otak. Hal tersebut tidak salah, ketika orang tua dapat mengendalikan dengan baik. Namun kebiasaan-kebiasaan tersebut harus diimbangi dengan membiasakan anak menyukai dunia membaca buku. Selain anak akan menjadi kreatif dan lebih berkembang, anak juga akan terdidik menjadi pribadi yang baik dan berkarakter. Hal tersebut tentunya sesuai dengan buku yang dibaca anak-anak. Di indonesia sendiri, penerbitan buku anak-anak masih sedikit, jika dibandingkan dengan banyaknya penerbit y...