Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Mungkin Belum Saatnya

Pedar rembulan dan gemintang tak lagi dapat menghipnotisku. Tanah tempatku berpijak seolah tak lagi kukenali. Aku ingin pergi, mengikuti jejak langkah-langkah mereka. “Aku ingin keluar dari zona ini, bapak.” Kataku merayu bapak. Bapak terdiam sejenak, desahan nafasnya menghiasi percakapan kami. “Kenapo?” tanya bapak khas dengan bahasa jawanya. Aku tak lantas menjawab. Lidahku kelu, tak terasa air mata membasahi kedua pipiku. “Aku ingin pindah pesantren khusus bahasa.” Kataku akhirnya.   Di pelataran tempatku belajar kini, aku seolah melihat bapak menganggukkan kepala. “Memang kudune wani metu soko titik aman. Wong nek mung meneng ora wani gerak ora bakal berkembang.” Kata bapak membuat tangisku semakin pecah. Aku mengangguk seolah keinginanku untuk mencari pengalaman baru di iyakan olehnya. Aku menarik nafas perlahan, sembari menunggu bapak kembali bertutur. “Tapi opo ngajine, wes rampung?” Tanya bapak kemudian.    Aku tercekat, oleh pertanyaan yang tak mamp...

ANTA MA’A MAN AHBABTA “SOPO MANUT BAKAL KATUT”

Aku… Termenung diantara ketidaktahuanku . eraba mendekati apa yang dipeluk oleh mereka. Meski kadang belum bisa aku pahami. Tapi,sandang yang kini dikenakan bapak dan ibuku padaku, perlahan membuatku jatuh cinta tanpa alasan. Selain,melebur dan menganggap sandang ini sebagai milikku, akupun mulai nyaman. Sandangan ini tak berkilau, tidak eksklusif dan biasa saja. Bapak yang didukung penuh oleh perempuan terhebatku, merasa sedih. Keterbatasan kemampuan dirasanya tak dapat memberikan sandang yang jauh lebih baik pada putrinya. Ia pun menitipkankan sang buah hati pada seorang yang dirasa memiliki kemampuan mengubah sandangku yang biasa saja menjadi lebih berbobot dan bermanfaat. Satu hal yang orang tuaku pikirkan, ketika akupun tak mampu mengubah sandangku, ketika aku berada diantaranya akan ada cipratan kilauan dan aroma keharumannya. Tapi, indahnya hidup bukankah ketika kita memiliki harapan dan mimpi?? Karena dari harapan dan mimpilah akan timbul semangat dalam pecapaian...

MENCINTAIMU HUJAN,,,,

Awan pekat menghiasi langit-langit gereja. Percikan gerimis menambah keeksotisan cumbu rayu manusia kristiyani dengan tuhannya. Aku terjebak oleh rintikan gerimis yang perlahan menjadi rinai hujan. Aku ingin berlari, berharap segera menemui tuhanku di persemayaman keabadiaannya. Aku ingin berlari menikmati kemesraan tuhan dengan alam semesta. Tapi langkahku begitu saja terhenti, saat perlahan sayup sendu laki-laki di sampingku menggodaku. Aku tergoda bukan dengan jamuan pesona ketampananannya. Melainkan oleh keteduhan matanya menatap lekat kitab suci tuhannya. “ Ehmmm,,,,,mas.” Panggilku ragu. Laki-laki itu masih saja menatap erat kitabnya sembari mengalunkan lirih lafadz-lafadz yang tertera. Kembali aku memanggilnya. Kali ini agak lebih keras. “Kamu, memanggilku?” Aku mengangguk mantap. Ia pun segera menutup kitabnya dan beralih memandangku sekejab kemudian menundukkan pandangan matanya. “Aku terpukau oleh kitab tuhanmu.” Kataku memuji. Laki-laki itu hanya tersenyum...

Kenapa Harus Bapak

Pernah suatu kali aku ditanya “Kamu lebih dekat dengan bapakmu kah?” aku tersenyum. “Aku dekat dengan keduanya.” Jawabku. “Kok yang sering diceritain bapak bukannya ibu?” tanya kawanku  tak puas dengan jawabanku. Aku mulai berpikir, percakapan yang pada awalnya kubiarkan begitu saja. Aku baru menyadari saat ketika salah satu di antara temenku memposting foto bapaknya dan mengatakan “kangen”. Aaach di waktu yang berbeda, temenku juga pernah membingkai foto keluarganya. Aku menggelitik dan berkomentar “perempuan terhebatnya mana, mbak?”  “Foto ibu menyusul, mbak.hehhe” Disini aku merasakan ada sebuah kejanggalan. “Kenapa aku dan temanku seolah lebih menonjolkan kehebatan, bapak? Apakah tolok ukur kehebatan terlihat dari kecerdasan dan prestasi formalitas yang disandangnya?” Aaach kawan…. Persepsimu tentang kedekatanku, sungguh keliru. Kenapa yang kusebut selalu bapak? Karena bapak bisa menjadi teman saat aku butuh bercerita tentang polemik isu aktual yang ada...

Selamat Hari Kartini Perempuan Indonesia

Gambar
Engkau tak hanya terlihat anggun, tapi selamanya akan benar-benar anggun dan memukau, wahai perempuan. Dari bilik manapun, engkau begitu indah. Tak peduli, siapa yang memandangnya. Hanya saja, teriakan kita sedikit mnegurangi anugerah keanggunah tuhan untuk kita kaum perempuan. Ingin sekali saya berteriak agar kalian berhenti berteriak. Aaach,,,aku telah lupa, diriku sebagai siapa. Tapi apapun itu, sebuah mimpi bagiku agar kita kaum perempuan bisa diam dan menemui kemerdekaannya. Tak perlu mengemis, dan melontarkan agar kaum laki-laki memandang sama tentang kita dan dirinya. Emansipasi perempuan atau gender. Aku pun belum begitu paham tentang ini. Hanya saja aku terkadang terbawa isu yang diwacanakan media massa tentang perempuan. Hingga akupun ingin sekali berpihak pada aku dan diriku yang berwujud orang lain. Tapi naluriku sebagai perempuan, aku ingin sekali merdeka tanpa harus berteriak, meminta mereka kaum lelaki memerdekankanku. Merdeka yang benar-benar merdeka. Aaach tuhan...

Aku Dan Sayap Patahku

Langit munawir masih sama, rona keindahannya tampak memesona diterpa senja. Jemari para pecinta mahakarya tuhan tak lelah membolak-balikkan mushofnya. Dan lagu perdu itu, mengalun indah membisiki ruang-ruang kosong atau pemikiran-pemikiran dari saraf motorik yang sengaja diciptakan untuk sebuah kekosangan. Aku, ruang dan pemikiranku kosong. Tak sepeprti jalanan yang sesak oleh lalu lalang dan bejipun makhluk bernama manusia. Bagaimana dengan pemikiran-pemikiran yang ada di otak mereka? Aaah,.. dunia ini telah sesak, oleh keadaan yang belum mampu aku pahami dengan kekosonganku. Kekosonganku telah sesak oleh oase-oase abstrak yang tak tau siapa penciptanya. Tuhankah?? Tapi bukannya manusia telah dibekali sebuah kekuatan otak, keberanian, pembelajaran, hikmah, teladan, kalam tuhan, wejangan rasul dan para pewarisnya? Aach lagi-lagi itu hanya masalah aku, yang terlalu minder hidup dalam sebuah keramaian. Otakku terlalu beku dan menemukan kedamainnya berkawankan  dengan sepi. ...