Refleksi Rihlahku Di Hari Guru
Anjungan Walisongo WBL Sebelumnya, terimakasih tak terhingga atas secercah cahaya yang dikirimkan Tuhan di kehidupanku. Terutama kepada cahayaku, yang telah mengajariku menyibak gelabnya kebodohan.Tak dapat kuingat betul lantunan kalam tauhid di telingaku, ketika aku terlahir di detik pertama mengenal dunia. Tapi, kesabaran dan ketegasan mengenalkan huruf hijaiyah dan abjad di usia beliaku, membuatku mengerti. “Banyak hal dari suguhan dunia yang harus aku baca.” Karenanya, tepat di hari ini, ku teriakkan lantang pada cahaya-cahayaku “Salam ta’dhimku , semoga aku selalu dapat meneruskan jejak-jejak istimewamu.” Di sini, aku ingin sedikit bercerita tentang satu di antara dua hal yang menarik untuk aku perhatikan ketika rihlah di Wisata Bahari Lamongan (WBL). Tepatnya di Anjungan Walisongo, kudapati seorang perempuan sedang mendidik anak kecil. Pada awalnya aku berpikir, perempuan itu ialah ibu yang sedang mengenalkan deretan huruf hijaiyah pada anaknya. Ternyata, s...