Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

Refleksi Rihlahku Di Hari Guru

Gambar
Anjungan Walisongo WBL Sebelumnya, terimakasih tak terhingga atas secercah cahaya yang dikirimkan Tuhan di kehidupanku. Terutama kepada cahayaku, yang telah mengajariku menyibak gelabnya kebodohan.Tak dapat kuingat betul lantunan kalam tauhid di telingaku, ketika aku terlahir di detik pertama mengenal dunia. Tapi, kesabaran dan ketegasan mengenalkan huruf hijaiyah dan abjad di usia beliaku, membuatku mengerti. “Banyak hal dari suguhan dunia yang harus aku baca.” Karenanya, tepat di hari ini, ku teriakkan lantang pada cahaya-cahayaku “Salam ta’dhimku , semoga aku selalu dapat meneruskan jejak-jejak istimewamu.” Di sini, aku ingin sedikit bercerita tentang satu di antara dua hal yang menarik untuk aku perhatikan ketika rihlah di Wisata Bahari Lamongan (WBL). Tepatnya di Anjungan Walisongo, kudapati seorang perempuan sedang mendidik anak kecil. Pada awalnya aku berpikir, perempuan itu ialah ibu yang sedang mengenalkan deretan huruf hijaiyah pada anaknya. Ternyata, s...

Wadhon Kui Kudu Kuat Doyo Pikir lan Dzikire

Gambar
Studi Banding  Ponpes Al-Munawwir Komplek R2 ke pondok pesantren Lathifi yah, Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang Perempuan ini lho, yang pertama kali aku bertemu dan jatuh cinta. Beliau akrab dipanggil bu nyai Mahfudhoh. Pemilik nama lengkap Mahfudhah Ali Ubaid tersebut tak lain ialah Putri dari KH. Wahab Chasbullah pendiri dan penggerak Nahdlatul Ulama’. Kecakapan retorikanya membuatku terpukau, terlebih ketika beliau mengulas tentang keharusan perempuan memiliki daya pikir dan dzikir yang kuat. Karenanya, pengasuh pondok pesantren Lathifi yah, Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang tersebut begitu bakoh/ kekeh meneladankan dzikir kepada para santrinya.  Selain dzikir, beliau meyakinkan kepada kami yang hadir studi banding di pondok pesantren yang diasuhnya bahwa perempuan itu mampu berkontribusi mengisi dan menjaga kesatuan NKRI. Apa yang telah diwariskan mbah Hasyim Asy’ari, mbah Wahab Hasbullah melalui Nahdlatul Ulama’ harus dipegang teguh. Islam rahmata...

Satu di Antara Perjalanan Rihlahku,…

Gambar
Add caption Rihlah,suatu hal yang sangat menyenangkan bukan? terimakasihku teruntuk segenap pengasuh dan panitia rihlah komplek R, karena jerih payah kalian saya dapat turut serta sowan kepada Raden Qasim atau yang dikenal dengan sebutan Sunan Drajat. Ini bukan kali pertamanya aku sowan, sewaktu kecil bapak dan ibuku kerap mengajak dan mengenalkanku dengan pejuang Islam di tanah Jawa. Salah satunya, Sunan Drajat. Namun, baru kali ini aku dapat merasakan nikmatnya sowan pada beliau. Dulu aku terlalu kecil, usia SD belum dapat membuatku berpikir apa-apa selain hanya soal senang diajak bapak ibuk turut serta rombongan ziarah desa ke makam waliyullah. Itu saja,…. Namun kali ini, mataku sudah dapat membaca, otakku sudah dapat berpikir akankah ketika aku tak lebih dari sepasang batu nisan ada yang berkenan datang mengusap nisanku dan mendoakanku? Adakah anak-anak yang aku temani di TPA mengingat dan mengamalkan apa yang aku sampaikan? Bagaimana jika kurangnya kesungguhanku mendidik me...