Apa Analogi yang Tepat untuk Dokter Thamrin?

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, Turut berduka cita, sebagai masyarakat yang mendamba hidup sehat. Bismillah semoga jerih payah dr. Thamrin mengkampanyekan hidup sehat diganjar sebagai amal ibadah.
Satu hal yang begitu saja terlintas di benak saya, ketika mengetahui dr. Thamrin meninggal karena maag akut yang dideritanya, saya lantas berpikir "ini seperti halnya penjual nasi lupa makan."

Suatu ketika saya baca artikel tentang seorang perawat yang meninggal akibat kelelahan. Jam kerja yang terlalu tinggi membuatnya harus terforsir dan kehilangan memerdekakan hidupnya untuk istirahat. Kasus perawat ini akibat menejemen dan sistem kerja yang tidak sehat. Sehingga, berita yang saya baca, meninggalnya perawat akibat kelelahan ingin dituntut oleh rekan sejawat.

Bagaimana dengan dr. Thamrin? berita menyebutkankan maag akut yang dialami dr. Thamrin salah satu penyebabnya, ia menyukai mie instan. Oke yang ini saya sangat percaya karena saudara saya, pernah mengalaminya. Namun mengapa hal tersebut dilakukan seorang dokter yang notaben-nya sangat paham kesehatan? mungkinkah tuntutan jam kerja, sehingga mengharuskannya memilih mengkonsumsi makanan instan? atau dr. Thamrin sendiri yang tidak dapat memenejemen waktunya dengan baik sehingga menu instan jadi pilihan, ataukah sekedar hobi, maksudnya saking demennya sama mie instan? sehingga melupakan teori-teori dan praktek gaya hidup sehat?

Saya tidak berani menduga lebih jauh mengapa?
namun satu yang harus dipelajari, yang tahu ilmunya sehat saja belum tentu mampu dan menerapkan gaya hidup sehat dengan baik. Yang paham gaya hidup sehat dan mempraktikkannya saja terkadang masih sakit, bagaimana yang memilih jalan hidup jauh dari sehat? saya sekarang mulai paham, tentang pentingnya menjadi sehat.

Yuk, sebagai apapun kamu menjadi sehat itu penting. menciptakan ruang yang sehat untuk kesehatan juga penting. gak mau kan, seseorang sudah memilih mengkonsumsi makanan sehat dan sakit gara-gara iklim kerja yang tidak kondusif, seseorang sudah menjaga pola makan yang baik, gaya hidup yang baik ternyata oknum-oknum tertentu sengaja menyelundupkan penyakit demi kepentingan pribadi dan bisnis. Vaksin palsu misalnya,....


Sehat itu,.....ayolaaah kita wujudkan secara bersama. Kamu, aku, dan Kita...sehat semuanya. Sehat Indonesia.....😍😘

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satu di Antara Perjalanan Rihlahku,…

Jangan Hanya Soal Sangsi

Refleksi Rihlahku Di Hari Guru