KETIKA KEMBALI KUBACA SURATMU DI 8 TAHUN YANG LALU, BAPAK…

Surat dari Bapak Saat Mau Ujian Mts di Raudlatul Ulum
SD, aku tak pernah takut apa-apa
Dunia yang aku kenal hanyalah bermain, belajar dan tertawa
Bukan harapan dan sebuah capaian, apalagi amarah dan ketakutan
Ketika kuadukan peringkat 10 di raportku, guyonanmu bapak “alhamdulillah iso didomke wong sak deso”
Dan ketika kusampaikan peringkat 2 di raportku, kau hadiahkan gelang di tangan kanan dan kiriku
Dan itu dulu…


Ketika Mts, satu hal yang aku takutkan“tidak lulus ujian.”
Saat itu, ketika engkau belum dapat menjengukku, kau titipkan empat lembar 50 ribuan dan selembar surat teruntukku. Pesanmu agar aku tak lelah belajar dan berdoa. “Bapak lan ibu melu surung pandongo mugi putrine sing lagi ngangsu kaweruh ing Ponpes Guyangan, mugo-mugo entuk ilmu ingkang manfaat ndunyo lan akhirat.” Do’amu bapak yang tertera dalam lampiran suratmu di 8 tahun yang lalu.
Dan Allah….memeluk erat mimpiku…

Ketika MA, satu hal yang aku takutkan“tidak lulus ujian munaqosyah” aku tak pernah bisa membayangkan, jika bapak harus pulang dengan membawa kegagalan putrinya. “Aku harus bilang apa?”
Dan Allah ….memeluk erat mimpiku

Ketika kuliyah, satu hal yang aku takutkan selepas sidang, bagaimana jika aku menjadi pengangguran?
Engkau tenangkan aku dengan berjanji tak akan pernah memarahiku dan memintaku pulang
Dan lagi-lagi Allah kembali memeluk erat mimpiku….
Lantas, apa yang saat ini menjadi ketakutanku?
Menjawab harapanmu bapak sebagaimana yang tersebut dalam suratmu di 8 tahun yang lalu
Bismillah, semoga Allah selalu memeluk erat mimpiku.
Padamu bapak,….
di pelataran Munawwirku, putrimu menyimpan rindu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satu di Antara Perjalanan Rihlahku,…

Jangan Hanya Soal Sangsi

Refleksi Rihlahku Di Hari Guru