Siapa Yang Bisa Memilih Untuk Tidak Menjadi Janda?


Hatiku sakit, perih rasanya memendam cemburu dengan perempuan yang hebat luar biasa. Tak jarang, di antara kepayahan yang sangat orang berpikir tentang pendidikan. “Disini aku semakin yakin, banyak orang yang berharap melalui pendidikan dapat merubah nasib menjadi lebih baik.” 
Ya allah,,,,dia yang terlahir untuk kemudian kehilangan bapaknya di usia kecilnya. dibesarkan oleh seorang ibu, yang menggantungkan hidupnya sebagai buruh laundry. Aku sangat terharu oleh perjuangan ibunya mempuasakan diri dari berbagai kemewahan demi menyekolahkan anaknya. Kini, perlahan tapak-tapak pendidikan formal dilalui anaknya. Ingin sekali kutanyakan, “Berapa ribu kali peluh keringat menetes di setiap harinya?”

Allahku,,,,,

Sekarang aku semakin tahu, belajar dari seorang janda buruh cuci yang harus membiayai kehidupan keluarganya. “Perempuan memang harus tegar, harus mandiri, harus kuat, dan harus bisa menjadi luar biasa hebat bagi keluarganya.” Bukan karena apa-apa, hidup menjalani takdir dengan orang-orang yang telah dipilihkan Allah untuk kita. Siapa yang mau memilih menjadi janda? Membesarkan anak bersama laki-laki yang dijodohkan tuhan dengan pernikahan tentulah sebuah mimpi yang ingin diwujudkan setiap perempuan. Lantas bagaimana jika Allah menghendaki, suami kita terpanggil untuk menghadapnya?

Ada kehidupan yang dilanjutkan, ada perjuangan yang harus ditegakkan, ada pendidikan yang dipikirkan, ada masa depan yang harus dicapai dengan penuh kekuatan. #Perempuan….

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satu di Antara Perjalanan Rihlahku,…

Jangan Hanya Soal Sangsi

Refleksi Rihlahku Di Hari Guru